Tak Tunggu Api Membesar, Lanud Sjamsudin Noor Siagakan Embung Jokowi 24 Jam Hadapi Karhutla

0
IMG-20260905-WA0006

Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru -Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan semata soal memadamkan api. Jauh sebelum kobaran muncul dan meluas, kesiapan sumber air, peralatan, akses, hingga personel menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman kebakaran.

Hal inilah yang terus dilakukan Lanud Sjamsudin Noor melalui Satgas Pengamanan Irigasi Embung Jokowi di kawasan Tegal Arum, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Pada Jumat (4/9/2026), personel Satgas kembali memastikan seluruh sarana pendukung operasi karhutla dalam kondisi siap digunakan kapan pun dibutuhkan.

Embung Jokowi menjadi salah satu sumber air strategis untuk mendukung operasi pemadaman karhutla, terutama di wilayah sekitar Bandara Syamsudin Noor. Karena itu, keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya dijaga, tetapi juga dirawat dan diperiksa secara berkala.

Pengecekan dilakukan terhadap berbagai perangkat vital, mulai dari unit pompa, mesin penggerak, generator, selang bertekanan tinggi, rangka apung hingga saringan air.

Satu per satu komponen diperiksa guna memastikan tidak ada gangguan yang dapat menghambat distribusi air ketika operasi pemadaman harus dilakukan.

Dijaga 24 Jam, Antisipasi Api dan Gangguan Fasilitas

Kesiapsiagaan tidak berhenti pada pemeriksaan peralatan.

Personel Satgas juga melakukan pengamanan Embung Jokowi selama 24 jam dengan sistem piket bergilir. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi fasilitas dan lingkungan sekitar terus terpantau.

Pengamanan sekaligus menjadi bagian dari upaya mengantisipasi munculnya titik api serta berbagai gangguan yang berpotensi menghambat fungsi fasilitas pendukung penanganan karhutla.

Di lapangan, Satgas Irigasi Lanud Sjamsudin Noor juga memperkuat sinergi dengan unsur terkait. Dukungan alat berat dimanfaatkan untuk menjaga akses menuju lokasi, menata saluran, serta memastikan jalur suplai air tetap terbuka.

Langkah tersebut menjadi gambaran bahwa perang melawan karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah membesar.

Ada pekerjaan panjang yang dilakukan jauh sebelumnya: memastikan sumber air tersedia, pompa berfungsi, saluran terbuka, akses terjaga dan personel siap bergerak.

Setiap pompa yang siap beroperasi dan setiap personel yang berjaga menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan untuk mempercepat respons ketika ancaman karhutla muncul.

Danlanud: Jangan Menunggu Api Membesar

Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., menegaskan bahwa kesiapan sumber air merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung operasi penanganan karhutla.

“Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bersiap. Pastikan sumber air, pompa, peralatan, dan personel selalu dalam kondisi siap digunakan kapan pun dibutuhkan. Pengamanan Embung Jokowi selama 24 jam merupakan bagian dari kesiapsiagaan kita dalam mendukung penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.”

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas instansi serta pemeriksaan sarana secara rutin.

Menurutnya, koordinasi dan kesiapan sejak dini diperlukan agar setiap dukungan dapat bergerak cepat dan efektif ketika operasi pemadaman dilakukan.

Dengan kesiapsiagaan selama 24 jam, pemeliharaan fasilitas secara berkelanjutan dan koordinasi lintas unsur, Lanud Sjamsudin Noor terus memperkuat dukungan TNI Angkatan Udara dalam menghadapi ancaman karhutla di Kalimantan Selatan.

Sebab, dalam menghadapi api, kesiapan tidak boleh datang terlambat. (PenSam/Nd_234)

 

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page