Ellyana Trisya Ajak Mahasiswa Jadi Pemimpin Sehat dan Berdaya Saing, BD-Pulse Resmi Diluncurkan di Politeknik Hasnur

0
IMG-20260610-WA0063

Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin  – Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Kalimantan Selatan, drg Ellyana Trisya Hasnuryadi, mengajak generasi muda untuk membangun pola hidup sehat sekaligus memperkuat karakter kepemimpinan agar mampu menjadi pemimpin masa depan yang berdaya saing.

Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Kuliah Umum dan Launching Klub Jantung Sehat Remaja Bisnis Digital Politeknik Hasnur yang berlangsung di Wetland Square, Banjarmasin, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan bertema “Peran Generasi Muda dalam Kepemimpinan yang Sehat dan Berdaya Saing” itu dihadiri lebih dari 200 mahasiswa dari tujuh program studi. Ellyana hadir didampingi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman.

Dalam pemaparannya, Ellyana menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi unggul dan pemimpin masa depan. Menurutnya, menjaga kesehatan harus dimulai sejak usia muda melalui penerapan pola hidup sehat secara konsisten.

“Sehat itu pasti dimulai dari muda. Kita perlu memperhatikan gaya dan pola hidup. Cukup tidur dan istirahat, jauhi rokok dan asap rokok, seimbangkan gizi yang kita makan agar cukup protein, karbohidrat dan serat, awasi konsumsi gula dan makanan berlemak, awasi tekanan darah, serta rutin berolahraga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, YJI selama ini terus mengedukasi masyarakat melalui program Panca Usaha Jantung Sehat, yang berisi panduan sederhana dalam menjaga kesehatan jantung dan mencegah berbagai penyakit kardiovaskular.

Tak hanya menyoroti pentingnya kesehatan fisik, Ellyana juga menekankan bahwa kepemimpinan yang sehat berawal dari kemampuan seseorang mengelola dirinya sendiri.

“Sehat diri itu semua berawal dari mindset disertai attitude yang baik. Kemudian juga broad mindset untuk terus bertumbuh, meng-upgrade diri dan terbuka terhadap perkembangan zaman atau open minded. Namun tetap harus memiliki filter dan prinsip agar tidak melenceng dari tujuan,” katanya.

Menurut Ellyana, karakter kepemimpinan harus dibangun sejak dini. Ia mengutip pandangan Dino Patti Djalal yang menyebut bahwa leadership merupakan ilmu, keterampilan, dan disiplin yang dapat diajarkan, dilatih, serta diasah sepanjang waktu.

Dalam kesempatan tersebut, Ellyana juga menyampaikan pandangan Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman mengenai pentingnya peran perguruan tinggi dalam membantu mahasiswa mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Mahasiswa, lanjutnya, tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, mampu berkolaborasi, menganalisis masalah, serta menghadirkan solusi yang inovatif.

“Mahasiswa tidak hanya dilihat pintar secara akademis, tetapi juga harus memiliki critical thinking yang berfokus pada ide, inovasi dan solusi, kemampuan menganalisa masalah, creativity, collaboration serta problem solving yang baik,” paparnya.

Menjelang akhir kuliah umum, Ellyana mengingatkan para mahasiswa agar memiliki mental yang tangguh, tidak mudah menyerah, serta tidak mudah terdistraksi oleh berbagai hal yang muncul di media sosial.

Ia mengajak generasi muda untuk terus memperkuat integritas, karakter, sikap positif, dan kemampuan beradaptasi agar siap menghadapi tantangan masa depan.

“Indonesia menunggu kalian generasi muda untuk menjadi pemimpin yang dipanggil dan dipercaya. Jadilah versi terbaik dari diri sendiri untuk hari ini dan seterusnya. Kita semua tidak ada yang terlambat, kita hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk masing-masing,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital Politeknik Hasnur juga meluncurkan BD-Pulse, sebuah aplikasi screening kesehatan yang difokuskan sebagai sarana edukasi promotif bagi masyarakat.

Ellyana menyampaikan apresiasi atas inovasi tersebut dan berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak dini.

“Saya mengucapkan selamat kepada Politeknik Hasnur yang sudah melaksanakan launching BD-Pulse. Ini merupakan aplikasi screening kesehatan, bukan pengobatan, yang menjadi salah satu media edukasi promotif dan bekerja sama dengan Yayasan Jantung Indonesia,” ujarnya.

Melalui kuliah umum dan peluncuran BD-Pulse, YJI Kalsel berharap lahir generasi muda yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan kepemimpinan yang baik, serta siap menjadi agen perubahan bagi pembangunan bangsa di masa mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Umum dan Pimpinan Unit Hasnur Centre, Ketua Harian YJI Provinsi Kalimantan Selatan, Direktur dan Wakil Direktur Politeknik Hasnur, serta dosen, staf, dan civitas akademika Politeknik Hasnur. (Adpim/Nd_234)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page