Panen Raya Jagung Serentak di Tala, Polri Siapkan Sentra Jagung Kalsel dan Jamin Stabilitas Harga Petani

0
IMG-20260516-WA0064

Jelajah Kalimantan News, Tala – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar panen raya jagung serentak yang terhubung di seluruh wilayah Indonesia, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan nasional yang dipusatkan di Tuban, Jawa Timur itu dipimpin langsung Presiden RI bersama Kapolri.

Di Kalimantan Selatan, kegiatan dipusatkan di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, dengan luas lahan panen mencapai sekitar 5 hektar. Selain panen raya, kegiatan juga dirangkaikan dengan groundbreaking gudang pangan Polri serta peresmian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam penguatan ketahanan pangan nasional.

Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. menyampaikan, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Dr. Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi, S.H., S.I.K., M.H. mengungkapkan bahwa produktivitas jagung di wilayah Tanah Laut saat ini rata-rata mencapai minimal 4 ton per hektar.

Menurutnya, capaian tersebut masih akan terus ditingkatkan seiring upaya pengembangan kawasan Tanah Laut sebagai sentra jagung di Kalimantan Selatan.

“Kita masih terus melakukan perluasan lahan untuk meningkatkan produksi. Langkah yang diambil bukan hanya memperluas area, tetapi juga melakukan riset terkait bibit dan pupuk terbaik agar hasil produksi semakin maksimal,” ujar Wakapolda Kalsel kepada awak media.

Ia menegaskan, penguatan sektor pertanian jagung tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga perlindungan terhadap kesejahteraan petani, terutama dalam menjaga stabilitas harga saat masa panen melimpah.

Untuk mengantisipasi anjloknya harga jagung di tingkat petani, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menerbitkan Keputusan Gubernur terkait tabel rafraksi sebagai acuan harga bagi pembeli maupun offtaker.

Dalam ketentuan tersebut, harga jagung pipil basah dengan kadar air 28 hingga 35 persen ditetapkan sekitar Rp4.000 per kilogram. Sedangkan jagung dengan kadar air lebih rendah, yakni sekitar 18 hingga 20 persen, dihargai sebesar Rp5.500 per kilogram.

Kebijakan itu diharapkan mampu memberikan kepastian harga sekaligus menjaga semangat petani dalam meningkatkan produksi jagung di Kalimantan Selatan.

Kegiatan panen raya ini turut dihadiri berbagai unsur Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah, akademisi, hingga pelaku usaha dan kelompok tani. Hadir di antaranya Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalsel, jajaran Pejabat Utama Polda Kalsel, Kasiren Korem 101/Antasari, Wakil Bupati Tanah Laut, Ketua DPRD Tanah Laut, Kapolres Tanah Laut, Rektor Universitas Lambung Mangkurat, serta sejumlah perwakilan instansi dan perusahaan pendukung sektor pertanian. (Humas/Nd_234)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page