DPRD Balangan Soroti Layanan PDAM, Supianor Desak Perbaikan Distribusi Air dan Ungkap Dana Rp20 M Belum Terealisasi

0
1003155271

Jelajah Kalimantan News, Paringin – Keluhan masyarakat terhadap layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Balangan kembali mencuat. Pasokan air bersih yang tidak stabil dinilai mengganggu aktivitas warga, terutama untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, Sabtu (4/4/2026).

Dalam beberapa waktu terakhir, keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah warga mengaku air PDAM hanya mengalir satu hingga dua hari dalam sepekan. Sementara di hari lainnya, air sama sekali tidak mengalir ke rumah pelanggan.

Kondisi ini memaksa warga mencari alternatif lain, seperti membeli air bersih atau menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Balangan dari Komisi III, Supianor, angkat bicara. Ia menegaskan agar PDAM Balangan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan distribusi air bersih yang hingga kini belum optimal.

“Kami meminta PDAM Balangan segera melakukan pembenahan sistem distribusi, terutama terkait tidak lancarnya aliran air ke rumah-rumah warga. Layanan air bersih harus menjadi prioritas,” tegas Supianor saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas produksi air bersih menjadi kebutuhan mendesak agar seluruh pelanggan dapat terlayani secara merata, khususnya di wilayah yang selama ini mengalami gangguan pasokan.

Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, pelayanan PDAM harus berjalan optimal karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

Lebih lanjut, Supianor juga meminta PDAM memiliki solusi yang jelas, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang, agar permasalahan distribusi air tidak terus berulang.

“PDAM harus segera menghadirkan solusi atas keluhan masyarakat. Perbaiki layanan air bersih agar masyarakat tidak terus dirugikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, DPRD Balangan akan terus memantau kinerja PDAM dalam menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat.

Supianor juga mengungkapkan bahwa dalam rapat kerja antara DPRD, PDAM, dan Kabag Hukum pada Januari lalu, pihaknya telah menindaklanjuti berbagai keluhan terkait distribusi air yang tidak lancar di sejumlah wilayah di Balangan.

Selain itu, DPRD juga menyoroti penyertaan modal sebesar Rp20 miliar dari pemerintah daerah kepada PDAM yang hingga kini belum terealisasi. Hal tersebut disebabkan masih adanya regulasi yang perlu diluruskan, khususnya terkait pengadaan barang dan jasa sebagaimana diatur dalam Perbup Nomor 36 Tahun 2019.

Dalam rapat tersebut, DPRD menekankan tiga hal penting, yakni percepatan perbaikan distribusi air, kejelasan penggunaan dana penyertaan modal, serta penyamaan persepsi berdasarkan fakta dalam berita acara rapat.

“DPRD akan terus mengawal dan memantau perkembangan ini. Kami berharap permasalahan distribusi air bersih segera teratasi sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa kembali normal dan maksimal,” pungkasnya.

Reporter Dayat 
Editor Nando

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page