Obati Kerinduan Pencinta Kuliner Banjar, Warung Kawan Legendaris Banjarmasin Kembali Buka, Mie Bancir Jadi Andalan

0
Screenshot_2026-10-29-15-41-10-328_com.google.android.googlequicksearchbox~3

Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Kabar gembira bagi pencinta kuliner khas Banjar. Warung Kawan, warung makan legendaris yang dikenal dengan menu andalan Mie Bancir, kembali beroperasi pada 2026 di kawasan Jalan Pangeran Antasari, sekitar Pasar Hanyar, Banjarmasin. Kembalinya warung ini menjadi kabar menggembirakan bagi pelanggan lama yang merindukan cita rasa kuliner yang telah menemani perjalanan mereka sejak puluhan tahun lalu.

Ardiansyah, yang akrab disapa Iyan Katiak, menuturkan bahwa Warung Kawan memiliki sejarah panjang dalam dunia kuliner Kota Banjarmasin. Warung tersebut mulai dikenal sejak era 1990-an, ketika pertama kali berjualan di pinggir Jalan Pangeran Antasari, tepatnya di seberang Rumah Sakit Sari Mulia.

Pada masa itu, Warung Kawan menyajikan sejumlah menu favorit, di antaranya nasi sop, soto, nasi goreng dan Mie Bancir yang menjadi salah satu sajian andalan. Cita rasa khas yang ditawarkan membuat warung sederhana tersebut memiliki tempat tersendiri di hati para pelanggan.

Setelah sempat berhenti beroperasi, Warung Kawan kembali membuka usaha sekitar 2003–2004 di kawasan Jalan Ratu Zaleha, Kecamatan Banjarmasin Timur. Sejak saat itu, warung ini turut menjadi bagian dari perjalanan kuliner lokal, khususnya bagi masyarakat yang menggemari hidangan tradisional Banjar.

Mie Bancir, Menu Andalan yang Bikin Kangen

Salah satu daya tarik utama Warung Kawan adalah Mie Bancir, kuliner khas Banjar yang menggunakan mi habang atau mi merah dengan racikan bumbu bercita rasa khas.

Hidangan ini memiliki karakter tersendiri di antara beragam kuliner tradisional Kalimantan Selatan. Tak heran jika Mie Bancir menjadi menu yang lekat dengan identitas Warung Kawan dan menjadi salah satu alasan pelanggan ingin kembali menikmati sajian tersebut.

Bagi pelanggan lama, kembalinya Warung Kawan bukan sekadar kesempatan untuk menikmati makanan favorit, tetapi juga menghidupkan kembali kenangan tentang perjalanan kuliner di Kota Banjarmasin.

Sementara bagi generasi baru, kehadiran warung ini menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat kuliner tradisional Banjar yang telah bertahan melewati berbagai generasi.

Kerinduan Pelanggan Jadi Alasan Kembali Berjualan

Iyan Katiak mengungkapkan, keputusan membuka kembali Warung Kawan pada 2026 tidak terlepas dari banyaknya pelanggan lama yang berharap warung tersebut kembali beroperasi.

Kerinduan pelanggan menjadi dorongan tersendiri bagi Iyan untuk menghidupkan kembali usaha kuliner yang memiliki nilai sejarah dan kenangan bagi masyarakat Banjarmasin.

Berbekal tabungan pribadi yang dikumpulkan sebagai modal usaha, keinginan tersebut akhirnya dapat diwujudkan. Warung Kawan pun kembali hadir untuk melayani pelanggan dan menyapa para pencinta kuliner khas Banjar.

Menurut Iyan, dukungan serta harapan pelanggan lama menjadi salah satu alasan penting di balik kembalinya usaha tersebut. Ia berharap kehadiran Warung Kawan kali ini dapat kembali mendapat tempat di hati masyarakat.

Iyan Katiak, yang juga merupakan jurnalis Baiman News, kini melanjutkan perjalanan Warung Kawan dengan semangat baru. Ia berharap dapat terus menghadirkan sajian yang telah dikenal pelanggan sejak bertahun-tahun lalu sekaligus menjaga keberlangsungan usaha kuliner tersebut.

Kembali Hadir di Jalan Pangeran Antasari

Kini, Warung Kawan kembali berjualan di pinggir Jalan Pangeran Antasari, tepatnya di sekitar kawasan Pasar Hanyar, Banjarmasin. Lokasi ini menjadi pengingat perjalanan awal warung yang telah dikenal masyarakat sejak era 1990-an.

Warung Kawan buka setiap Senin hingga Sabtu, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WITA. Pelanggan dapat datang pada siang maupun malam hari untuk menikmati sajian yang ditawarkan.

Kembalinya Warung Kawan menjadi babak baru setelah melewati perjalanan panjang, mulai dari masa awal berjualan pada 1990-an, kembali beroperasi sekitar 2003–2004, hingga akhirnya hadir lagi pada 2026.

Bagi pelanggan lama, Warung Kawan bukan sekadar tempat makan, melainkan bagian dari kenangan kuliner Kota Banjarmasin. Adapun bagi pelanggan baru, warung ini menawarkan kesempatan untuk mencicipi sajian tradisional Banjar, terutama Mie Bancir yang menjadi menu andalannya.

Dengan modal dari tabungan pribadi, semangat berusaha, serta dukungan pelanggan, Iyan berharap Warung Kawan dapat terus berkembang dan kembali menjadi pilihan masyarakat yang ingin menikmati kuliner khas Banjar dengan cita rasa yang akrab di lidah.

Kisah kembalinya Warung Kawan menjadi gambaran bahwa sebuah usaha kuliner dapat memiliki arti lebih dari sekadar tempat makan. Di balik setiap sajian, terdapat sejarah, kenangan, ketekunan, dan kerinduan pelanggan yang menjadi kekuatan untuk kembali melangkah. (Nd_234)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page