Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Resmi Dibuka, Ikon Religi Baru Kalsel Berdiri Megah di Kawasan Perkantoran Pemprov

0
IMG-20260814-WA0025

Jelajah Kalimantan News Banjarbaru  – Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari resmi dibuka untuk masyarakat umum pada puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (13/8/2026).

Berada di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, masjid tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan ruang berkumpul masyarakat dalam kebaikan.

Pembukaan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin, didampingi Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman serta Ketua BKOW Kalsel Ellyana Trisya Hasnuryadi.

“Alhamdulillah, hari ini Kamis 13 Agustus 2026 bertepatan dengan puncak Hari Jadi ke-76 Kalimantan Selatan, Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari kita buka untuk masyarakat umum. Tentu kita berharap masjid ini tidak hanya megah secara bangunan, tetapi juga ramai dan makmur dengan kegiatan ibadah,” ujar H. Muhidin.

Prosesi pembukaan berlangsung khidmat dengan pembacaan selawat. Setelah itu, pintu utama masjid yang memiliki warna emas dibuka langsung oleh Gubernur H. Muhidin bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman.

Keduanya kemudian memasuki ruang utama masjid bersama jajaran Forkopimda dan pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk melihat langsung desain interior serta fasilitas yang tersedia.

Mengusung Arsitektur Khas Banjar

Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dirancang dengan karakter arsitektur khas Banua. Ruang utama dibuat luas dan terbuka, dengan sistem sirkulasi udara serta pencahayaan yang memaksimalkan masuknya udara dan cahaya alami.

Dari sisi eksterior, masjid menggunakan bentuk atap limas yang terinspirasi dari arsitektur lokal Banjar. Konsep bangunan tropis juga diterapkan, termasuk pemanfaatan energi alternatif pada bagian atap.

Konsep tersebut diarahkan untuk menghadirkan tempat ibadah yang representatif, sekaligus nyaman dan ramah bagi jamaah.

Gubernur H. Muhidin mengajak seluruh masyarakat, terutama ASN dan karyawan Pemprov Kalsel yang beraktivitas di kawasan perkantoran tersebut, untuk bersama-sama memakmurkan masjid.

“Masjid ini sudah kita bangun dengan baik, sekarang tugas kita bersama adalah mengisinya. Saya mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk datang beribadah, melaksanakan kegiatan keagamaan dan menjadikan masjid ini sebagai tempat berkumpul dalam kebaikan,” katanya.

Berdiri di Atas Lahan 11 Hektare

Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dirancang sebagai salah satu ikon religi Kalimantan Selatan. Kawasan masjid berdiri di atas lahan sekitar 11 hektare, sedangkan bangunan utama memiliki luas sekitar 4.000 meter persegi.

Kapasitas masjid diperkirakan mampu menampung sekitar 3.000 hingga 3.288 jamaah.

Pembangunan dilakukan secara bertahap. Tahap awal dimulai pada 2022, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan bangunan utama pada 2023 hingga 2024.

Pada 2025, pembangunan dilanjutkan dengan pengerjaan bangunan penunjang di sayap kanan dan kiri, plaza serta sejumlah fasilitas pendukung.

Penataan kawasan meliputi kolam, titian, minaret, area parkir, taman dan vegetasi. Penerangan jalan umum juga menjadi bagian dari pembangunan kawasan yang dikerjakan secara bertahap hingga 2026.

Mengabadikan Nama Ulama Besar Banua

Nama Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu ulama besar asal Kalimantan Selatan yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam di Banua.

Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari lahir di Lok Gabang, Martapura, Kabupaten Banjar, pada 17 Maret 1710 dan wafat di Dalam Pagar, Martapura, pada 3 Oktober 1812.

Warisan keilmuan dan dakwah beliau hingga kini menjadi bagian penting dalam sejarah Islam di Kalimantan Selatan. Bahkan, nama Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari telah diusulkan sebagai salah satu tokoh untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Gubernur H. Muhidin berharap nama besar ulama tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menghidupkan masjid melalui kegiatan ibadah, pendidikan dan dakwah.

“Kedepan, di masjid ini insya Allah akan ada Islamic Center. Maka dari itu, mudah-mudahan semangat beliau dalam ilmu dan dakwah juga bisa kita teruskan melalui masjid ini, sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Dengan dibukanya masjid ini untuk umum, Kalimantan Selatan kini memiliki satu lagi ruang publik keagamaan yang diharapkan mampu memperkuat identitas Banua sebagai daerah religius.

Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari diharapkan menjadi tempat masyarakat beribadah, menimba ilmu, mempererat silaturahmi dan bersama-sama menebarkan manfaat bagi sesama. (md/adpim)

Foto: M. Rezky Maulidja/Donny Sophandi/M. Alfian/Biro Adpim

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page