16 Jenazah Korban KM Virgo Kembali Teridentifikasi, 71 Orang Meninggal dan 64 Masih Dicari

0
IMG-20260929-WA0001

Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Proses evakuasi dan identifikasi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 terus dilakukan Tim SAR Gabungan bersama Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan.

Hingga Senin (28/9/2026) sore, sebanyak 16 jenazah kembali berhasil teridentifikasi oleh Tim DVI. Dengan tambahan tersebut, total jenazah korban yang telah berhasil diidentifikasi mencapai 41 orang.

Perkembangan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Aula Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Konferensi pers dihadiri Kabid Humas Polda Kalsel, Kabid Dokter Polda Kalsel, Kabid DVI Pusdokkes Polri, Karumkit Bhayangkara Banjarmasin, Kapolsek Banjarmasin Timur, Basarnas, PT Jasa Raharja Cabang Kalsel, PT Jasa Raharja Putera, serta pihak KM Virgo Transport 8.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M., mengatakan berdasarkan manifes kapal, terdapat 243 penumpang KM Virgo Transport 8.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 179 orang telah berhasil dievakuasi, dengan rincian 108 orang ditemukan selamat dan 71 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, 64 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim penyelam gabungan.

“Hari ini kita melaksanakan rilis yang ketujuh. Dari total jenazah yang telah diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin sebanyak 70 jenazah, hari ini ada 16 jenazah yang berhasil teridentifikasi, sehingga total korban teridentifikasi hingga saat ini berjumlah 41 orang,” ujar Nur Khamid, Senin (28/9/2026).

Identifikasi Jenazah Hadapi Tantangan

Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol. Wahyu Idayati, M.A.R.S., Sp.F., mengungkapkan proses identifikasi korban memasuki tantangan yang semakin berat, terutama setelah hari kelima.

Kondisi sejumlah jenazah yang mulai mengalami pembusukan serta perubahan fisik membuat proses identifikasi membutuhkan pemeriksaan secara lebih cermat.

Namun, Tim DVI tetap berhasil mengidentifikasi korban melalui sejumlah metode. Di antaranya pemeriksaan data medis sekunder, pencocokan data gigi primer, pemeriksaan properti seperti perhiasan, hingga dokumen identitas yang ditemukan pada tubuh korban.

Metode tersebut digunakan untuk memastikan identitas korban sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

Bangkai Kapal Masih Labil

Sementara itu, proses pencarian terhadap korban yang belum ditemukan masih menghadapi kendala di lokasi kejadian.

Perwakilan Basarnas menjelaskan, kondisi bangkai kapal yang masih labil menjadi salah satu faktor utama yang membatasi pergerakan penyelam. Situasi tersebut membuat penyisiran ke bagian dalam kapal yang sulit dijangkau memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan tim.

“Kondisi kapal masih labil, sehingga sangat berisiko bagi penyelam untuk menyelusuri tempat-tempat yang tidak terjangkau. Penyelam belum berani masuk lebih dalam dan baru menyusuri area yang aman dijangkau,” jelas pihak Basarnas.

Tim penyelam gabungan hingga kini masih melakukan pencarian pada area-area yang dinilai aman untuk disisir.

Jasa Raharja Salurkan Santunan

Di tengah proses pencarian, pihak Jasa Raharja memastikan santunan telah disalurkan kepada keluarga korban yang identitasnya telah berhasil dipastikan.

Verifikasi data ahli waris terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama kepolisian dan Basarnas. Hal ini dilakukan agar santunan dan hak korban dapat segera diserahkan kepada keluarga yang berhak.

Sementara itu, jenazah yang telah teridentifikasi diserahterimakan secara bertahap kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan di daerah asal masing-masing.

Operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilanjutkan. Tim SAR Gabungan bersama seluruh unsur terkait tetap berupaya menemukan korban yang masih dalam pencarian, dengan mempertimbangkan kondisi bangkai kapal serta keselamatan personel penyelam di lokasi. (Humas Polda Kalsel)

 

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page