Hilal Tak Terlihat di Kalsel, Kemenag Tunggu Hasil Sidang Isbat Penetapan Idulfitri 1447 H

0
IMG_7971-715x400

Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan, Muhammad Tambrin, menyampaikan apresiasi H. Muhidin terhadap pelaksanaan pemantauan hilal (rukyatul hilal) awal bulan Syawal 1447 Hijriah yang digelar di Banjarmasin, Kamis (19/3/2026) sore.

Menurut Tambrin, Gubernur Kalsel memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut serta menunggu hasil resmi penetapan dari pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, Pak Gubernur menunggu berita terakhir dan sangat mendukung kegiatan ini. Beliau juga akan mengikuti arahan pemerintah pusat serta direncanakan hadir dalam pelaksanaan Salat Idulfitri bersama masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan rukyatul hilal ini dilaksanakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui jajaran Kanwil Kemenag Kalsel, khususnya Bidang Urusan Agama Islam (Urais), sebagai bagian dari proses penentuan awal bulan Hijriah.

Tambrin menjelaskan, metode hisab dan rukyat menjadi dua pendekatan penting yang saling melengkapi dalam menentukan awal bulan, termasuk penetapan Hari Raya Idulfitri melalui mekanisme sidang isbat.

“Sidang isbat dipimpin langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nazruddin Umar, dan dihadiri Ketua MUI, Komisi VIII DPR RI, pimpinan organisasi Islam, serta para pakar astronomi,” jelasnya.

Namun demikian, hasil pemantauan hilal di Kalimantan Selatan pada hari tersebut belum membuahkan hasil akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.

“Karena kondisi hujan dan kabut, hilal tidak dapat terlihat. Hal ini juga diperkirakan terjadi di sejumlah titik pemantauan di berbagai provinsi,” ungkap Tambrin.

Ia menegaskan, meskipun hilal tidak terlihat di daerah, keputusan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah tetap berada di tangan pemerintah pusat melalui sidang isbat.

“Kita tunggu hasil sidang isbat dari Jakarta. Itu yang akan menjadi keputusan bersama dalam menentukan awal Syawal,” tegasnya.

Terkait lokasi pemantauan, Tambrin menyebutkan bahwa kegiatan rukyatul hilal di Kalimantan Selatan saat ini difokuskan di satu titik di Banjarmasin sebagai bagian dari efisiensi anggaran.

“Untuk sementara kita laksanakan di satu lokasi saja karena keterbatasan dan efisiensi anggaran,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page