Anak Down Syndrome Tampil Memukau di Mahligai Pancasila, Hasnuryadi Tegaskan Hak dan Kesempatan Setara

0
IMG-20261108-WA0008

Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Anak-anak penyandang Down Syndrome di Kalimantan Selatan membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan , Banjarmasinmenunjukkan potensi diri. Melalui berbagai penampilan seni, budaya, fashion show hingga drama, mereka tampil percaya diri dalam Perayaan Bulan Peduli Down Syndrome Tahun 2026 di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Minggu (8/11/2026) pagi.

Kegiatan yang mengusung tema “Peduli itu Kita” tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Hasnuryadi Sulaiman, didampingi Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kalsel, drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi.

Perayaan yang dirangkai dengan Silaturahmi Keluarga Besar Pusat Informasi dan Kegiatan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (PIK POTADS) Kalsel ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian, penerimaan, dan dukungan terhadap anak-anak Down Syndrome.

Suasana acara berlangsung meriah ketika anak-anak PIK POTADS Kalsel menunjukkan kemampuan mereka di bidang seni dan budaya. Penampilan Tari Banjar Ampar-Ampar Pisang oleh anak-anak usia 5–8 tahun menjadi salah satu sajian menarik, disusul Tari Melayu Cindai yang dibawakan remaja putri serta Tari Cahaya Nusantara oleh remaja putra.

Tidak hanya menampilkan kemampuan menari, anak-anak Down Syndrome juga memperlihatkan kreativitas melalui fashion show bersama para pendamping dan drama bertajuk “Aku Ada Aku Bisa” yang melibatkan komunitas seni peran.

Kreativitas mereka juga terlihat melalui karya kain sasirangan yang dilelang dalam kegiatan amal. Kain tersebut merupakan hasil karya anak-anak PIK POTADS Kalsel setelah mengikuti pelatihan membatik sasirangan.

Hasil lelang amal tersebut nantinya akan dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan pengembangan potensi dan tumbuh kembang anak-anak Down Syndrome.

Wakil Gubernur Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada PIK POTADS Kalsel, para orang tua, serta pendamping yang selama ini konsisten memberikan perhatian dan dukungan bagi anak-anak Down Syndrome.

Menurutnya, pendampingan keluarga memiliki peran sangat penting dalam membantu anak mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki.

“Pendampingan sehari-hari yang Bapak dan Ibu lakukan merupakan bagian terpenting dalam tumbuh kembang anak. Izinkan kami menempatkan diri sebagai mitra dalam pendampingan tersebut,” ujarnya.

Hasnuryadi menegaskan, kemampuan dan kreativitas yang ditampilkan anak-anak dalam perayaan tersebut harus diikuti dengan dukungan nyata pemerintah, terutama melalui pelayanan publik yang mudah diakses dan sesuai kebutuhan.

Ia secara khusus menekankan pentingnya deteksi dini serta pendampingan tumbuh kembang yang dapat menjangkau masyarakat hingga fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

“Deteksi dini dan pendampingan tumbuh kembang perlu tersedia sampai ke puskesmas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hasnuryadi menyatakan bahwa perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas merupakan kewajiban pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

“Tentu kami memandang anak-anak di ruangan ini sebagai warga yang berhak atas layanan, dan keluarga berhak menagih pelaksanaannya kepada kami,” ungkapnya.

Selain mendorong peningkatan akses layanan kesehatan dan pendampingan, Hasnuryadi juga mengajak dunia usaha di Kalimantan Selatan untuk memberikan kesempatan kerja kepada penyandang disabilitas.

Ia mengingatkan ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang mewajibkan instansi pemerintah mempekerjakan paling sedikit dua persen penyandang disabilitas dan perusahaan swasta paling sedikit satu persen.

Sementara itu, terkait keberlanjutan program perlindungan penyandang disabilitas, Pemprov Kalsel tengah menyiapkan kelanjutan Rencana Aksi Daerah bagi Penyandang Disabilitas yang berakhir pada tahun ini.

Hasnuryadi mengajak keluarga dan komunitas untuk menyampaikan masukan berdasarkan pengalaman mereka dalam mendampingi anak-anak Down Syndrome sehari-hari melalui Dinas Sosial Provinsi Kalsel.

“Masukan itu yang membuat rencana tersebut sesuai dengan kebutuhan kita di lapangan,” tambahnya.

Ketua PIK POTADS Kalsel, Sigit Bayu Adhi, mengatakan perayaan Bulan Peduli Down Syndrome merupakan wadah bagi anak-anak untuk memperlihatkan kemampuan, kreativitas, dan potensi yang mereka miliki.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar semakin terbuka dalam menerima anak-anak Down Syndrome serta memberikan kesempatan yang sama bagi mereka untuk berkembang.

“Harapan kami, anak-anak Down Syndrome mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkarya, dan menunjukkan potensi terbaik mereka. Dukungan semua pihak sangat berarti bagi masa depan mereka,” ujarnya.

Melalui perayaan ini, PIK POTADS Kalsel mengajak seluruh masyarakat untuk tidak sekadar menunjukkan kepedulian, tetapi juga mewujudkannya melalui penerimaan, pendampingan, dan pemberian kesempatan yang setara.

Pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: anak-anak Down Syndrome memiliki potensi, kreativitas, dan kemampuan yang patut dihargai. Mereka berhak mendapatkan ruang untuk tumbuh, berkarya, berprestasi, serta menjadi bagian yang setara dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Tenaga Ahli Gubernur Kalsel, sejumlah kepala SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta tamu undangan lainnya.

(rfq/adpim)

Foto: Donny Sophandi/Biro Adpim

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page