Bara Karhutla Masih Mengintai di Bawah Gambut Guntung Damar, Lanud Sjamsudin Noor Kerahkan Tangki Portable

0
IMG-20260919-WA0002

Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru – Kepulan asap tipis masih terlihat dari hamparan lahan gambut di Guntung Damar, kawasan Ring I Bandara Sjamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kondisi ini menjadi perhatian karena bara api berpotensi masih bertahan di bawah permukaan gambut dan kembali muncul apabila tidak segera dilakukan pendinginan.

Merespons kondisi tersebut, Lanud Sjamsudin Noor bergerak langsung dengan mengerahkan Tangki Portable serta menerapkan metode Gambut Injection/Undercooling untuk mendukung proses pembasahan dan pendinginan lahan gambut, Jumat (18/9/2026).

Tak sekadar melakukan pemantauan, Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., turun langsung ke lokasi bersama personel Lanud Sjamsudin Noor.

Kehadiran Danlanud di tengah lokasi penanganan menjadi bagian dari upaya memastikan setiap langkah personel berjalan efektif dan disesuaikan dengan kondisi medan di lapangan.

Tangki Portable yang dikerahkan menjadi salah satu dukungan penting dalam penanganan Karhutla di lahan gambut. Pasalnya, karakter kebakaran gambut berbeda dengan kebakaran di permukaan karena bara dapat bertahan di bawah tanah dan sulit terlihat secara langsung.

Ketersediaan air yang dekat dengan titik penanganan diperlukan agar proses pembasahan dapat dilakukan secara berkelanjutan, khususnya pada area yang masih mengeluarkan asap.

Personel Lanud Sjamsudin Noor kemudian menyisir sejumlah titik yang masih menunjukkan tanda-tanda panas. Air dari Tangki Portable dimanfaatkan untuk membasahi area terdampak sekaligus membantu menurunkan temperatur permukaan dan mendukung proses pendinginan pada lokasi yang berpotensi menyimpan bara.

Upaya penanganan tidak berhenti pada pembasahan permukaan. Lanud Sjamsudin Noor juga menerapkan metode Gambut Injection/Undercooling untuk membantu mendinginkan sumber panas yang berada di bawah permukaan.

Metode tersebut dilakukan dengan mengarahkan cairan menuju lapisan gambut melalui pipa yang ditanam ke dalam tanah. Cairan kemudian dialirkan menuju titik panas di bawah permukaan.

Dengan metode ini, proses pendinginan tidak hanya menyasar bagian atas lahan, tetapi juga membantu membasahi lapisan gambut, menurunkan suhu, mengurangi asap, serta menghambat bara agar tidak kembali menyala.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., mengatakan pengerahan Tangki Portable dan penerapan Gambut Injection/Undercooling merupakan langkah Lanud Sjamsudin Noor untuk mempercepat penanganan Karhutla, khususnya dalam menghadapi bara yang masih berpotensi bertahan di bawah permukaan gambut.

Menurutnya, karakter lahan gambut memiliki tantangan tersendiri sehingga seluruh proses penanganan harus dilakukan secara cermat dan terukur.

Pemanfaatan peralatan yang tersedia, kata dia, dilakukan secara optimal untuk mendukung proses pendinginan, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel yang berada di lapangan.

Kehadiran Danlanud bersama personel Lanud Sjamsudin Noor di Guntung Damar menjadi bagian dari respons langsung terhadap kondisi Karhutla di kawasan tersebut.

Penanganan diarahkan bukan hanya terhadap asap atau api yang terlihat di permukaan, tetapi juga terhadap potensi bara yang masih bersembunyi di bawah lapisan gambut.

Melalui pengerahan Tangki Portable dan penerapan metode Gambut Injection/Undercooling, Lanud Sjamsudin Noor akan terus melakukan upaya pembasahan dan pendinginan secara berkelanjutan untuk menekan potensi munculnya kembali titik panas di kawasan terdampak.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan Ring I Bandara Sjamsudin Noor tetap terkendali dari ancaman Karhutla dan mencegah bara yang tersisa kembali berkembang menjadi kebakaran. (PenSam)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page