Ma Iwak Balangan Meriah, Bupati dan DPRD Kompak Dorong Tradisi Leluhur Jadi Ikon Wisata Budaya

0
732ee45b-a3b2-4018-b6a4-2396f76b999c.jpeg

Jelajah Kalimantan News, Balangan – Tradisi Ma Iwak yang digelar di Sungai Kali Maraup, Desa Inan, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, berlangsung meriah dan dipadati masyarakat. Kegiatan budaya yang diwariskan secara turun-temurun ini turut diikuti Bupati Balangan Abdul Hadi bersama anggota DPRD Kabupaten Balangan, sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan kearifan lokal.

Ribuan warga tampak antusias mengikuti tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Balangan tersebut. Selain menjadi hiburan rakyat, Ma Iwak dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya yang mampu mengangkat nama Kabupaten Balangan.

Anggota DPRD Kabupaten Balangan, Hafis Anshari, yang juga bertindak sebagai panitia pelaksana, mengatakan Tradisi Ma Iwak merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh seluruh elemen masyarakat.

“Kegiatan tradisi budaya ini bukan hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata daerah,” ujar Hafis di Paringin, Jumat.

Menurutnya, Ma Iwak merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Balangan sekaligus menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya daerah.

Hafis mengaku bersyukur pelaksanaan tradisi yang digelar di kampung halamannya tersebut berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

“Tingginya antusiasme masyarakat membuktikan bahwa tradisi warisan leluhur masih dicintai dan layak untuk terus diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.

Sementara itu, Bupati Balangan Abdul Hadi menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Tradisi Ma Iwak. Ia berharap kegiatan tersebut terus berkembang hingga menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Balangan yang dikenal secara luas.

“Melihat tingginya partisipasi masyarakat, kami berharap Ma Iwak dapat menjadi agenda budaya tahunan sekaligus destinasi wisata yang membanggakan bagi Kabupaten Balangan,” ujar Abdul Hadi.

Menurut Bupati, pelestarian tradisi seperti Ma Iwak tidak hanya penting untuk menjaga keberlangsungan budaya lokal, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

“Jika dikelola dengan baik, tradisi ini dapat menjadi magnet wisata yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, dan warga, Tradisi Ma Iwak diharapkan terus lestari sebagai simbol kearifan lokal Balangan sekaligus menjadi aset budaya yang mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.

Reporter Dayat 
Editor Nando

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page