Razia Gabungan TNI-Polri di THM Banjarmasin Nihil, Tak Satu Pun Oknum Anggota Ditemukan
Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Aparat gabungan TNI dan Polri menggelar razia penegakan disiplin di sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (20/6/2026) malam. Hasilnya, operasi yang menyasar sejumlah lokasi hiburan tersebut berakhir nihil tanpa menemukan satu pun anggota TNI maupun Polri yang berada di tempat-tempat yang diperiksa.
Razia yang dimulai sekitar pukul 23.00 Wita itu melibatkan personel gabungan dari Polisi Militer TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, serta Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kalimantan Selatan.
Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom) Lanud Sjamsudin Noor, Mayor Pom Hendrik Yoneska, S.S.T.Han., M.H., melalui Kasi Gaktib Satpom Lanud Sjamsudin Noor, Kapten Pom A. Edy Cahyono, mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menegakkan disiplin dan menjaga marwah institusi TNI maupun Polri.

Beberapa lokasi hiburan malam yang menjadi sasaran pemeriksaan di antaranya Caviar Lounge, Hexagon Resto, Lounge & KTV, G Five Cafe & Lounge, 01 Karaoke Cafe and Resto, Queenna Vic88 Cafe di kawasan Pelabuhan Trisakti, hingga Luborn.
Petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dengan menyisir ruangan karaoke, area hiburan, hingga memeriksa identitas pengunjung yang dicurigai sebagai anggota TNI atau Polri. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan tidak ada personel yang melanggar aturan kedinasan.

“Operasi ini merupakan kegiatan penegakan disiplin bagi anggota TNI dan Polri di wilayah Kalimantan Selatan. Hasilnya nihil, tidak ditemukan satu pun anggota TNI maupun Polri berada di lokasi hiburan malam yang menjadi sasaran razia,” ujar Kapten Pom Edy, Minggu (21/6/2026) dini hari.
Menurutnya, seluruh anggota TNI maupun Polri telah memiliki aturan yang melarang keterlibatan dalam aktivitas yang dapat mencoreng nama baik institusi, termasuk mengunjungi tempat hiburan malam yang tidak sesuai dengan ketentuan kedinasan.
Kapten Pom Edy menjelaskan, hasil nihil dalam operasi tersebut dapat dimaknai sebagai tanda meningkatnya kepatuhan personel terhadap aturan yang berlaku. Namun, ia juga menyebut adanya kemungkinan lain terkait tidak ditemukannya anggota di lokasi razia.

“Ada dua kemungkinan. Pertama, informasi razia sudah diketahui sebelumnya. Kedua, anggota TNI dan Polri memang sudah semakin taat terhadap aturan serta disiplin yang berlaku,” katanya.
Ia menegaskan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara rutin dengan waktu dan lokasi yang dirahasiakan. Selain bertujuan menegakkan disiplin, razia gabungan juga menjadi sarana memperkuat sinergitas dan soliditas antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kalimantan Selatan.

Kapten Pom Edy turut mengingatkan seluruh personel agar menjauhi berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merusak citra institusi, seperti penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, perkelahian, hingga aktivitas lain yang bertentangan dengan aturan kedinasan.
“Apabila ditemukan anggota yang melakukan pelanggaran tersebut, maka pimpinan satuan masing-masing akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Melalui operasi penegakan disiplin yang dilaksanakan secara berkala ini, TNI dan Polri berharap profesionalisme, integritas, serta kedisiplinan personel tetap terjaga sehingga kepercayaan masyarakat terhadap kedua institusi semakin kuat. (Nd_234)






