BPSDMD Kalsel Matangkan PKN 2026, Siapkan Pemimpin Birokrasi Adaptif dan Berdaya Saing

0
IMG_8542-715x400

Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tahun 2026 sebagai langkah strategis mencetak pemimpin birokrasi yang adaptif dan kompetitif.

Keseriusan ini ditunjukkan melalui koordinasi intensif antara BPSDMD Kalsel dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di Jakarta, Rabu (1/4/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan teknis maupun substansi pelatihan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pembina pelatihan ASN tingkat nasional.

Kepala BPSDMD Kalsel, Faried Fakhmansyah, menegaskan bahwa pelaksanaan PKN tahun ini tidak sekadar rutinitas, melainkan diarahkan untuk mendorong transformasi nyata dalam kepemimpinan birokrasi.

“PKN ini bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari upaya strategis untuk membentuk pemimpin yang mampu beradaptasi dan responsif terhadap dinamika pembangunan,” ujarnya.

Ia menambahkan, komunikasi yang terbangun dengan LAN RI menjadi kunci dalam menjaga kualitas penyelenggaraan, termasuk penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan pembangunan daerah dan nasional.

PKN 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 10 Juni hingga 15 Oktober 2026 dengan mengusung tema kepemimpinan adaptif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Fokus pembelajaran mencakup penguatan tata kelola pemerintahan yang resilien, khususnya di sektor pangan, kebencanaan, energi, dan ekonomi.

Sebanyak 60 peserta dari berbagai instansi akan mengikuti pelatihan ini, mulai dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kabupaten/kota, instansi vertikal, hingga lembaga pemerintah pusat. Keberagaman tersebut diharapkan memperkaya perspektif serta memperkuat jejaring kerja antarlembaga.

Selain itu, BPSDMD Kalsel juga menargetkan peningkatan akreditasi kelembagaan menjadi kategori A pada tahun 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui pembenahan menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga pengajar, penguatan sistem pembelajaran berbasis kebutuhan, hingga optimalisasi sarana dan prasarana.

Faried optimistis langkah ini akan berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur di daerah.

“Kami berkomitmen menghadirkan pelatihan berkualitas agar mampu melahirkan pemimpin birokrasi yang profesional, inovatif, dan berdaya saing,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala LAN RI, Muhammad Taufiq, memberikan apresiasi atas kesiapan Kalimantan Selatan dalam kembali menyelenggarakan PKN.

“Kami mengapresiasi komitmen dan kesiapan Kalimantan Selatan sebagai penyelenggara PKN. Ini menunjukkan kapasitas daerah dalam mendukung pengembangan kompetensi ASN secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Pelaksanaan PKN 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas individu peserta, tetapi juga mendorong lahirnya kebijakan inovatif yang berdampak langsung terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (MC/Nd_234)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page