Gubernur Kalsel Apresiasi POLIRAN Polda, 96 Peserta Disiapkan Masuk Dunia Kerja, Kapolda Bidik Rekrutmen Langsung

0
IMG-20261031-WA0004

Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru – Upaya menekan angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja di Kalimantan Selatan terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah daerah dan kepolisian. Salah satunya diwujudkan melalui Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) Tahun 2026 yang digagas Polda Kalimantan Selatan dengan melibatkan Balai Latihan Kerja (BLK) dan dunia usaha.

Program yang diikuti 96 peserta pelatihan kerja tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Kalimantan Selatan. Apresiasi itu disampaikan melalui Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel, M. Syarifuddin, dalam kegiatan POLIRAN di BLK Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol. Noviar, Irwasda Polda Kalsel Kombes Pol. Alfis Suhaili, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel Irfan Sayuti, serta Kepala BLK Provinsi Kalsel Dr. Fatmasari Said.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Sekdaprov M. Syarifuddin, disampaikan bahwa Program POLIRAN merupakan inisiatif positif Polri yang sejalan dengan arah pembangunan daerah, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperkuat kompetensi tenaga kerja, dan mengurangi pengangguran.

Gubernur menegaskan, persoalan pengangguran membutuhkan perhatian serius dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, melainkan memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, lembaga pelatihan hingga dunia usaha.

“Pengurangan angka pengangguran merupakan salah satu sasaran utama pembangunan nasional maupun daerah. Karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak untuk bersama-sama mengatasi persoalan ini,” ungkap Gubernur dalam sambutan tertulisnya.

Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan semakin besar seiring bertambahnya jumlah angkatan kerja setiap tahun, sementara pertumbuhan lapangan pekerjaan belum tentu mampu mengimbangi peningkatan tersebut.

Untuk menjawab tantangan itu, Pemprov Kalsel terus mendorong berbagai program strategis, di antaranya penyelenggaraan bursa kerja atau job fair, pelatihan keterampilan, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui Balai Latihan Kerja.

Gubernur juga berharap POLIRAN semakin memperkuat sinergi antara Pemprov Kalsel dan Polda Kalsel dalam mendukung pembangunan daerah.

Keterlibatan Polri dalam persoalan ketenagakerjaan dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Peran kepolisian tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat diwujudkan melalui program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Selain peningkatan kompetensi peserta, dukungan terhadap fasilitas pelatihan di BLK juga menjadi perhatian penting agar proses pembelajaran dan praktik dapat berjalan optimal.

Pemprov Kalsel berkomitmen terus mendorong penciptaan lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta memperkuat program pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Seluruh instansi juga diharapkan memperkuat koordinasi dan mengutamakan tujuan bersama dalam pembangunan daerah.

Kapolda Dorong Perusahaan Rekrut Peserta Magang

Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan memberikan arahan langsung kepada para peserta pelatihan. Ia menekankan pentingnya motivasi, kedisiplinan, tanggung jawab, dan etos kerja sebagai modal utama menghadapi persaingan di dunia kerja.

Kapolda meminta peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sungguh-sungguh, mengikuti arahan instruktur, serta terus mengembangkan kemampuan sesuai bidang keahlian masing-masing.

Menurutnya, pelatihan kerja tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga harus membentuk sikap profesional, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar.

Lebih jauh, Kapolda ingin agar program magang menjadi jembatan nyata bagi peserta untuk memasuki dunia kerja. Peserta yang mampu menunjukkan kemampuan, kedisiplinan, dan kinerja positif selama magang diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk direkrut perusahaan tempat mereka menjalani praktik kerja.

Kapolda juga mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Selatan agar terlibat aktif dalam penyerapan tenaga kerja lokal, terutama masyarakat yang telah mengikuti pelatihan dan memiliki keahlian sesuai kebutuhan industri.

Untuk merealisasikan langkah tersebut, Polda Kalsel berencana berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengundang perusahaan-perusahaan potensial yang membutuhkan tenaga kerja.

Dengan demikian, kebutuhan tenaga kerja di dunia industri dapat dipertemukan dengan ketersediaan sumber daya manusia yang telah dipersiapkan melalui program pelatihan.

“Harapannya, setelah selesai magang, adik-adik ini tidak perlu lagi keluar mencari pekerjaan atau melamar ke berbagai tempat. Jika mereka menunjukkan kemampuan dan kinerja yang baik, perusahaan bisa mempertimbangkan untuk langsung merekrut mereka,” pungkasnya.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan peluang lebih besar kepada tenaga kerja lokal untuk memperoleh pekerjaan tanpa harus bersaing mencari kesempatan kerja di luar daerah.

Tinjau Fasilitas BLK, dari Pengelasan hingga Otomotif

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Sekdaprov Kalsel M. Syarifuddin bersama Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan juga meninjau sejumlah fasilitas pelatihan di lingkungan BLK Provinsi Kalimantan Selatan.

Kunjungan diawali dengan meninjau gedung teknologi manufaktur. Di lokasi tersebut, rombongan disambut sejumlah peserta pelatihan yang tengah memegang peralatan mesin untuk praktik pengelasan menggunakan metode SAW (Submerged Arc Welding) posisi 4G.

Aktivitas tersebut menjadi gambaran proses pembelajaran keterampilan teknis yang diberikan kepada peserta sebagai bekal memasuki dunia industri, khususnya sektor manufaktur.

Usai meninjau gedung manufaktur, rombongan melanjutkan kunjungan ke gedung otomotif dan gedung elektronika atau kelistrikan.

Di gedung otomotif, terlihat sejumlah sepeda motor bekas dan berbagai jenis mobil yang disiapkan sebagai sarana praktik peserta dalam mempelajari proses perawatan dan perbaikan kendaraan.

Sementara di gedung elektronika dan kelistrikan, tersedia sejumlah meja kerja di ruang teori serta bilik praktik kelistrikan yang menunjang proses pembelajaran.

Berbagai fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan peserta di bidang manufaktur, otomotif, elektronika, dan kelistrikan agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Melalui Program POLIRAN Tahun 2026, Polda Kalsel bersama Pemprov Kalsel, BLK, dan dunia usaha berharap tercipta sinergi yang semakin kuat dalam menyiapkan tenaga kerja kompeten, memperluas kesempatan kerja, serta menekan angka pengangguran di Kalimantan Selatan.

Program ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan dan pembekalan keterampilan semata, tetapi juga mampu membuka akses nyata menuju dunia kerja sehingga peserta dapat menjadi tenaga kerja produktif dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

(Mr/Adpim)

Foto: M. Rezky Maulidja/Biro Adpim

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page