Indosat Hubungkan 160 Masjid di Kalimantan, Dorong Literasi Digital hingga Pengenalan AI

0
IMG-20260919-WA0000

Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran penting sebagai ruang berkumpul, belajar, berbagi pengetahuan, dan membangun kebersamaan masyarakat. Melihat peran tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menghadirkan Program Masjid Berdaya yang kini menjangkau 160 masjid di lima provinsi di Kalimantan.

Program yang dimulai sejak Juni 2026 ini menghadirkan akses internet melalui HiFi Air untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat di lingkungan masjid. Konektivitas tersebut diharapkan dapat membuka ruang digital yang lebih luas bagi jamaah dan komunitas lintas generasi.

Lima provinsi yang menjadi sasaran Program Masjid Berdaya yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Eric Wilyanto, mengatakan kehadiran konektivitas di masjid diharapkan memberikan manfaat langsung terhadap kegiatan yang telah berkembang di tengah masyarakat.

“Masjid memiliki peran yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui Masjid Berdaya, kami ingin konektivitas yang hadir benar-benar memberikan manfaat bagi kegiatan yang telah tumbuh di tengah komunitas, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan untuk belajar, berinteraksi, dan berbagi pengetahuan,” ujar Eric dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, teknologi akan semakin berarti apabila dapat membantu masyarakat berkembang sekaligus membuka lebih banyak peluang untuk tumbuh bersama.

Program Masjid Berdaya tidak hanya menyasar kawasan perkotaan. Jangkauannya mencakup berbagai kota dan kabupaten di Kalimantan, termasuk sejumlah wilayah perbatasan seperti Malinau, Nunukan, dan Kapuas Hulu.

Melalui konektivitas yang tersedia, sejumlah masjid juga dapat terhubung dalam rangkaian aktivitas bersama. Jamaah dan komunitas dari lokasi berbeda dapat mengikuti kegiatan secara langsung, berinteraksi, serta saling berbagi pengetahuan.

Kehadiran akses internet tersebut sekaligus membuka peluang bagi masjid untuk semakin optimal dalam mendukung aktivitas sosial dan pembelajaran masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital.

Tidak berhenti pada penyediaan koneksi internet, Program Masjid Berdaya juga mendorong pemanfaatan teknologi untuk kegiatan pembelajaran dan pengembangan kapasitas masyarakat.

Salah satu yang diperkenalkan adalah teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI). Melalui kegiatan pengembangan kapasitas, komunitas di lingkungan masjid dapat mengenal berbagai pemanfaatan teknologi yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar, mencari informasi, hingga membantu mengolah informasi secara lebih produktif.

Dengan pendekatan tersebut, konektivitas diharapkan tidak sekadar menghadirkan akses internet, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan minat, memperluas akses informasi, meningkatkan kemampuan digital, dan memperkuat interaksi antarkomunitas.

Indosat menyatakan akan terus bekerja bersama komunitas dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan Program Masjid Berdaya sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Upaya tersebut menjadi bagian dari tujuan Indosat untuk memberdayakan Indonesia melalui teknologi sekaligus menghadirkan manfaat digital yang semakin luas bagi masyarakat dalam semangat #LebihBaikIndosat. (rls)

 

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page