PUPR Kalsel Pertimbangkan Tutup Sementara Jalan Veteran Sungai Lulut, Perbaikan Jalan Ambles Diperkirakan Rampung Sebulan

0
d2696a7e-e7cc-4fcd-8330-83aaf9da3d3e

Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru  – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan tengah mengkaji penutupan sementara ruas Jalan Veteran di Kelurahan Sungai Lulut, Kota Banjarmasin. Langkah tersebut dipertimbangkan untuk mempercepat penanganan badan jalan yang ambles akibat penurunan tanah di bantaran sungai sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan.

Kepala Dinas PUPR Kalimantan Selatan, M. Yasin Toyib, mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas terkait rencana penutupan ruas jalan tersebut. Menurutnya, penutupan sementara akan memudahkan proses perbaikan secara menyeluruh tanpa terganggu arus kendaraan dan dapat mengurangi potensi kecelakaan.

“Kami lagi berkoordinasi dengan teman-teman di Forum Lalu Lintas. Kalau bisa, selama penanganan jalan itu ditutup dulu sementara supaya kami bisa bekerja secara komprehensif dan penuh, tidak terganggu lalu lintas, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan,” ujar Yasin di Banjarbaru, Rabu (15/7/2026).

Apabila penutupan diberlakukan, masyarakat diimbau memanfaatkan Jalan Rahayu sebagai jalur alternatif selama proses pekerjaan berlangsung.

Yasin menjelaskan, penanganan darurat telah dimulai sejak Selasa (14/7/2026) dengan pemasangan rambu peringatan, traffic cone, dan barrier di sekitar lokasi. Tim Bidang Bina Marga bersama konsultan teknis juga telah melakukan pemeriksaan lapangan untuk mengetahui penyebab utama kerusakan.

Hasil pengamatan sementara menunjukkan badan jalan mengalami penurunan akibat gerusan di tepi sungai yang mengurangi daya dukung tanah di bawah konstruksi jalan. Kondisi tersebut mengakibatkan permukaan jalan retak hingga akhirnya ambles.

“Dari hasil pengamatan memang terjadi lagi gerusan di lokasi tersebut sehingga menyebabkan penurunan badan jalan. Akibatnya jalan retak dan kemudian ambles,” jelasnya.

Untuk penanganan awal, Dinas PUPR akan membongkar bagian jalan yang rusak, memasang cerucuk galam sebagai penguat tanah, kemudian memasang geotekstil sebelum dilakukan penimbunan secara bertahap. Pengaspalan baru akan dilakukan setelah kondisi tanah dinyatakan benar-benar stabil.

“Kami tidak bisa langsung mengaspal. Timbunan dipasang bertahap agar penurunannya bisa dipantau. Setelah benar-benar stabil baru dilakukan pengaspalan,” tambah Yasin.

Ia memperkirakan proses penanganan hingga ruas Jalan Veteran kembali dapat difungsikan membutuhkan waktu sekitar tiga minggu hingga satu bulan, bergantung pada kondisi tanah selama masa pemantauan.

Menurut Yasin, kejadian serupa bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, kerusakan akibat penurunan tanah juga pernah ditemukan di Jalan Martapura Lama pada 2024 serta di kawasan Lampihong, Kabupaten Balangan.

Ia menjelaskan, jalan yang berada di bantaran sungai memiliki karakteristik tanah yang rentan mengalami penurunan saat musim kemarau. Ketika tanah yang sebelumnya jenuh air mulai mengering, daya ikat antarpartikel tanah melemah sehingga lebih mudah mengalami penurunan ketika menerima beban kendaraan.

“Polanya seperti itu. Jalan berada di pinggir sungai, tanah mulai mengering saat musim kemarau, kemudian dibebani kendaraan sehingga akhirnya longsor,” katanya.

Selama ini, penanganan yang dilakukan masih bersifat sementara melalui overlay perkerasan dan perbaikan lapis pondasi agregat agar jalan tetap dapat dilalui masyarakat. Namun, metode tersebut dinilai belum mampu mengatasi akar penyebab penurunan tanah.

Sebagai solusi permanen, Dinas PUPR telah mengkaji penggunaan konstruksi pile slab maupun dinding penahan tanah (DPT). Namun pelaksanaannya menghadapi sejumlah kendala, di antaranya padatnya permukiman di bantaran sungai, keterbatasan ruang kerja, tingginya volume lalu lintas, serta sulitnya mobilisasi alat berat.

Untuk memastikan metode penanganan yang paling tepat, PUPR akan melakukan inspeksi teknis dan investigasi geoteknik yang mencakup survei visual, pemetaan retakan, pengujian struktur perkerasan, hingga penyelidikan kondisi tanah.

“Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar penentuan metode penanganan permanen, termasuk kemungkinan penggunaan geotekstil, geogrid, sheet pile, bronjong, maupun dinding penahan tanah sesuai hasil analisis,” ungkap Yasin.

Sembari menunggu keputusan terkait penutupan jalan dan pelaksanaan perbaikan, Dinas PUPR Kalimantan Selatan mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintasi kawasan Jalan Veteran, mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan bersama. (MC/Nd_234)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page