Investasi Kalsel Melonjak Tembus Rp32 Triliun, Pemprov Siapkan Proyek Strategis Pariwisata hingga Hilirisasi Industri

0
IMG-20260604-WA0037-1000x540

Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru – Realisasi investasi di Kalimantan Selatan terus menunjukkan tren positif. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel bahkan telah menyiapkan sejumlah proyek prioritas untuk menarik investor, mulai dari sektor pariwisata, hospitality, pengelolaan limbah, hingga industri pengolahan berbasis sumber daya lokal.

Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Investasi dan Ekspor Daerah dalam Rangka Pertumbuhan Ekonomi yang digelar Tim Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Kalimantan Selatan bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Kamis (4/6/2026).

FGD tersebut dihadiri sejumlah anggota TAG, yakni Prof. Gusti Muhammad Hatta, Gusti Yanuar Noor Rifai, Isharwanto, Agus Dian Noor, Ibnu Sina, Ariffin Noor, Tasyriq Usman, Nurul Fajar Desira, dan Noor Rif’at. Turut hadir jajaran direksi Bank Kalsel, PD Bangun Banua, serta perwakilan sejumlah biro di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel.

Kepala DPMPTSP Kalsel, Endri, memaparkan bahwa investasi di Banua mengalami pertumbuhan signifikan dalam empat tahun terakhir. Pada 2022 realisasi investasi tercatat sebesar Rp15 triliun, meningkat menjadi Rp19 triliun pada 2023, kemudian Rp24 triliun pada 2024, dan melonjak hingga lebih dari Rp32 triliun pada 2025.

Menurut Endri, Kalimantan Selatan memiliki berbagai keunggulan kompetitif yang menjadi daya tarik investor. Selain berada di jalur strategis perdagangan nasional dan internasional, Kalsel juga didukung infrastruktur yang terus berkembang, ketersediaan sumber daya alam, serta tenaga kerja yang produktif.

“Pemerintah daerah juga terus memperkuat kemudahan berusaha melalui penyederhanaan perizinan, regulasi yang memberikan kepastian hukum, serta pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Meski sektor ekstraktif masih menjadi salah satu penyumbang utama investasi, Pemprov Kalsel mulai mengarahkan transformasi ekonomi menuju sektor-sektor yang lebih berkelanjutan. Fokus investasi ke depan diarahkan pada pertanian, kehutanan, perikanan, industri pengolahan, pariwisata, dan sektor jasa.

Strategi tersebut sejalan dengan upaya hilirisasi industri yang diyakini mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja baru, sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Untuk mendukung percepatan investasi, Pemprov Kalsel telah menyiapkan sejumlah proyek prioritas yang menawarkan peluang besar bagi investor. Di antaranya pengembangan destinasi wisata dan hospitality, pembangunan pusat distribusi, pengelolaan limbah modern, hingga industri pengolahan berbasis sumber daya lokal.

Selain itu, promosi investasi kini diperkuat melalui aplikasi digital “Bekantan” yang menyediakan informasi peluang investasi dan potensi daerah secara lengkap. Platform tersebut diharapkan memudahkan calon investor dalam memperoleh data tanpa harus datang langsung ke Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Miftahul Chair, memaparkan perkembangan sektor industri, termasuk perencanaan kawasan industri, Kawasan Industri Khusus (KIK), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga berbagai kajian hilirisasi yang tengah disusun pemerintah.

Dalam sesi diskusi, sejumlah anggota TAG memberikan masukan strategis. Tasyriq Usman menyoroti lambannya pengembangan KEK Mekar Putih di Kabupaten Kotabaru akibat kendala pembebasan lahan yang belum tuntas.

Di sisi lain, Ibnu Sina mempertanyakan tren investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) di Kalsel, sementara Prof. Gusti Muhammad Hatta menekankan pentingnya memastikan kemudahan perizinan benar-benar berjalan efektif agar mampu meningkatkan minat investor.

Tak hanya membahas peluang investasi, forum tersebut juga menyoroti perlindungan hukum bagi investor dan perusahaan. Noor Rif’at mengingatkan perlunya langkah antisipatif terhadap praktik penipuan investasi yang dapat mengganggu iklim usaha di daerah.

Melalui berbagai strategi tersebut, Pemprov Kalsel optimistis mampu menjaga tren pertumbuhan investasi sekaligus mendorong transformasi ekonomi daerah menuju sektor-sektor yang lebih produktif, bernilai tambah, dan berdaya saing tinggi. (Adpim/Nd_234)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page