Pembangunan Bendungan Riam Kiwa Dipercepat, Pemprov Kalsel Target Rampung 2028 dan Reduksi Banjir hingga 80 Persen

0
IMG-20260511-WA0007-1000x540

Jelajah Kalimantan News, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mempercepat pembangunan Bendungan Riam Kiwa sebagai proyek strategis pengendalian banjir dan ketahanan pangan di daerah. Langkah percepatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi teknis Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, mewakili Gubernur Kalsel H. Muhidin, di ruang rapat H Maksud Kantor Gubernur Banjarbaru, Senin (11/5).

Rapat turut dihadiri Bupati Banjar Saidi Mansyur, Sekda Banjar Yudi Andrea, jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin, Kejaksaan Tinggi Kalsel, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Polres Banjar, hingga sejumlah pejabat Pemprov Kalsel.

Dalam rapat tersebut, sejumlah poin strategis disepakati untuk mempercepat tahapan pembangunan bendungan, termasuk inventarisasi dan identifikasi menyeluruh terhadap lahan seluas 771,51 hektare yang terdampak proyek.

Selain itu, tim satuan tugas (satgas) PDSK dibagi menjadi dua kelompok, yakni tim verifikasi dan administrasi serta tim lapangan guna mempercepat proses pendataan dan pembebasan lahan masyarakat.

“Sudah sepakat masyarakat untuk ganti rugi dan anggaran sudah tersedia,” ujar Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin kepada wartawan usai rapat.

Ia menambahkan, pemerintah juga akan segera menyusun timeline tahapan pembangunan Bendungan Riam Kiwa dengan target penyelesaian pada 2028 mendatang.

Dalam upaya memperkuat legalitas proses pembebasan lahan, hasil rapat juga menyepakati pengajuan legal opinion (LO) kepada Kejaksaan Tinggi Kalsel.

Sementara itu, Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Banjarmasin akan menyiapkan pengadaan konsultan teknis untuk mendukung proses administrasi dan inventarisasi PDSK dalam rangka penyediaan lahan pembangunan bendungan.

Pemkab Banjar pun menyatakan kesiapan penuh mendampingi proses pendataan masyarakat terdampak melalui Camat Paramasan serta Kepala Desa Paramasan Bawah dan Desa Angkih.

Bupati Banjar Saidi Mansyur mengatakan, keberadaan Bendungan Riam Kiwa nantinya akan memberikan dampak besar bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap melanda Kabupaten Banjar.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banjar, kami mengapresiasi usaha bersama menghadirkan ikhtiar ini dan kami siap mendampingi,” ujar Saidi.

Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, Bendungan Riam Kiwa yang memiliki kapasitas tampung hingga 90 juta meter kubik itu juga diproyeksikan mendukung sektor pertanian dan program ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.

Bahkan, bendungan tersebut diperkirakan mampu mereduksi banjir hingga 80 persen serta memiliki potensi besar dikembangkan menjadi kawasan wisata baru di Kalsel.

Pihak Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga mendorong percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa sebagai langkah mitigasi banjir di Kabupaten Banjar dan wilayah Kalimantan Selatan secara umum. (Adpim/Nd_234)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page