Mahasiswa ULM Turun ke Desa Danda Jaya Batola, Olah Jeruk Busuk hingga Perbaiki Irigasi demi Kemandirian Warga

0
IMG_2097-scaled

Jelajah Kalimantan News, Batola – Sebanyak 14 mahasiswa dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan Program Bina Desa Berdampak di Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala. Program ini mengusung tema “Peningkatan Kemandirian Masyarakat melalui Pemeliharaan Sistem Irigasi, Pemanfaatan Jeruk Berlebih, serta Pengelolaan Sampah”.

Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas, yakni Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, dan Fakultas MIPA, dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Ir. Abdul Haris, M.Si.

Ketua Kelompok, Achmad Akmal Maulana, menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh permasalahan lingkungan di desa, terutama banyaknya sampah organik dan anorganik yang belum terkelola dengan baik. Salah satu yang paling menonjol adalah limbah jeruk busuk yang menjadi penyumbang besar sampah di desa tersebut.

“Kami ingin membantu masyarakat mengelola komoditas lokal agar memiliki nilai tambah sekaligus mengurangi sampah jeruk busuk yang ada di Desa Danda Jaya,” ujar Akmal.

Ia menjelaskan, sebelum menyusun program kerja, tim mahasiswa terlebih dahulu melakukan survei lapangan dan berdialog langsung dengan aparat desa serta masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak November 2025 melalui survei dan penyusunan proposal. Selanjutnya, pada Desember 2025 dilakukan pembekalan serta pencarian mitra. Program kemudian dilaksanakan langsung di Desa Danda Jaya pada 6–10 Januari 2026.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa menjalankan berbagai program yang melibatkan masyarakat secara langsung. Di antaranya sosialisasi dan pembuatan biopori bersama siswa sekolah dasar, pelatihan kepada ibu-ibu PKK dalam pembuatan minyak atsiri dan sirup jeruk, serta diskusi mengenai pemeliharaan sistem irigasi persawahan.

Selain itu, mahasiswa juga turut terlibat dalam kegiatan budidaya jamur yang telah lebih dulu berkembang di desa tersebut.

Akmal menuturkan, seluruh kegiatan yang dilaksanakan disesuaikan dengan latar belakang keilmuan mahasiswa serta telah diuji praktiknya sebelum diterapkan kepada masyarakat.

“Kami berupaya agar program yang dijalankan tidak hanya bersifat teori, tetapi benar-benar aplikatif dan bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.

Kehadiran mahasiswa ULM di Desa Danda Jaya pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Antusiasme terlihat dari tingginya partisipasi warga dan anak-anak dalam setiap kegiatan yang digelar.

Program Bina Desa Berdampak ini juga menjadi wadah pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat.

Selain memberikan dampak sosial, program ini juga menargetkan luaran berupa publikasi ilmiah, jurnal pengabdian, serta dokumentasi kreatif sebagai bentuk kontribusi akademik mahasiswa.

Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berperan aktif dalam membangun kemandirian desa secara berkelanjutan. ULM sendiri berkomitmen untuk terus mendorong keberlanjutan program serupa melalui penguatan regulasi, administrasi, serta kolaborasi dengan pemerintah desa agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat. (Nd_234)

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page