Maharagu Sungai 2025, FKPWK: Kebersihan Sungai Adalah Budaya, Bukan Sekadar Tanggung Jawab Pemerintah
Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Semangat kebersamaan warga Sungai Kuin 1 terpancar saat menyambut kedatangan Tim Penilai Maharagu Sungai 2025, Kamis (18/9/2025). Warga bersama tokoh masyarakat, aparat kelurahan, hingga jajaran pemerintah setempat bergotong royong menyiapkan penyambutan, menegaskan komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian sungai.
Apresiasi datang dari Ketua Umum DPP Forum Kerukunan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) Kalsel, Advokat H. Rachmad Fadillah, SH. Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan sungai tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan harus menjadi budaya hidup sehat masyarakat.
“Saya selaku Ketua Umum FKPWK sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas RT 01 Belitung Utara bersama warganya. Kebersihan sungai hanya bisa terwujud dengan kesadaran bersama. Harapannya, masyarakat semakin tertib membuang sampah dan terus memelihara sungai agar tetap bermanfaat,” ujar Rachmad Fadillah.
Sebagai bentuk dukungan, Ketua Umum FKPWK juga membubuhkan tanda tangan di Taman Hijau Daun, simbol komitmen bersama menjaga sungai tetap bersih dan lestari.

Sementara itu, Ketua RT 01 Belitung Utara, Fauzi Rahman, menjelaskan bahwa meski persiapan lomba hanya diberi waktu 20 hari, warga sebenarnya sudah terbiasa menjaga sungai. Bahkan, komunitas peduli sungai rutin menggelar aksi pungut sampah setiap tiga bulan.
“Partisipasi warga bukan hanya karena lomba, tapi sudah menjadi kebiasaan. Sampah plastik yang terkumpul kami manfaatkan untuk pembibitan di Taman Hijau Daun. Semua ini bagian dari semangat warga agar Sungai Kuin tetap bersih dan indah,” jelas Fauzi.
Selain menjaga kebersihan, Sungai Kuin yang merupakan anak Sungai Barito dan Martapura juga terus dikembangkan menjadi destinasi wisata lokal sekaligus lokasi pemancingan bagi masyarakat.
Lurah Belitung Utara, Hj. Erliyana menegaskan bahwa keindahan Sungai Kuin adalah hasil nyata kolaborasi masyarakat. Ia berharap sinergi tersebut bisa memperkuat identitas Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai.
“Apa yang ditampilkan di Sungai Kuin ini sangat membanggakan. Harapannya, warga tetap menjaga kebersihan dan menjadikan kawasan ini sebagai contoh bagi wilayah lain,” ujarnya.
Kegiatan Maharagu Sungai 2025 bukan hanya soal penilaian, tetapi juga momentum mempererat kepedulian bersama untuk menghidupkan kembali fungsi sungai sebagai sumber kehidupan, ruang sosial, dan daya tarik wisata.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, serta warga yang antusias mendukung jalannya lomba. (Nd_234)






