Korem 101/Antasari Perkuat Penanganan Karhutla, 23 Ribu Masker dan Ratusan APD Disalurkan

0
IMG-20260926-WA0011

Jelajah Kalimantan News, Banjarmasin – Korem 101/Antasari kembali memperkuat kesiapan personel dalam menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan. Kali ini, bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI disalurkan untuk mendukung keselamatan personel TNI dan relawan yang berada di lapangan.

Penyerahan bantuan dilakukan Kasrem 101/Antasari Kolonel Inf Roy Fakhrul Rozi, S.E., M.I.Pol., di Denkesyah 06-04-02 Banjarmasin, Jalan Gatot Subroto, Kota Banjarmasin, Jumat (25/9/2026).

Jumlah bantuan yang disalurkan cukup besar. Terdiri dari 758 tabung oksigen (O2), 758 regulator, 23.353 masker, 263 unit sepatu, 58 unit helm, dan 96 unit kacamata asap.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kesiapan sekaligus meningkatkan perlindungan personel selama melaksanakan tugas penanganan Karhutla, khususnya ketika berhadapan dengan kondisi lapangan yang berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan.

Kasrem 101/Antasari Kolonel Inf Roy Fakhrul Rozi mengatakan, bantuan dari Kemenhan RI tersebut merupakan bentuk dukungan pimpinan sekaligus bagian dari upaya meningkatkan perlindungan terhadap personel yang bertugas di garis depan penanganan Karhutla.

“Dukungan ini merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesiapan personel di lapangan, khususnya dalam menghadapi kondisi yang membutuhkan perlindungan dan keselamatan selama pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Penyerahan APD tersebut turut dihadiri Kasilog Kasrem 101/Ant Kolonel Czi Setiawan Nur Prakoso, S.I.P., M.A., Dandenkesyah 06-04-02 Banjarmasin Letkol Ckm Gunawan Sulaksono, S.K.M., Dandenbekang XXII/II.A Banjarmasin Letkol Cba Dinasti Hari Setiawan, S.Hub.Int., serta perwakilan Lanud Sjamsudin Noor, Lanal Banjarmasin, Kodim dan Yonif jajaran Korem 101/Antasari.

Tak hanya memperkuat perlindungan personel, Korem 101/Antasari juga terus melakukan pemantauan perkembangan Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan dengan memanfaatkan teknologi.

Melalui aplikasi POMS, indikasi titik-titik kebakaran dapat dipantau dan diperbarui secara berkala. Informasi tersebut menjadi salah satu bahan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan sekaligus mendukung pengambilan langkah penanganan.

Kasrem menekankan pentingnya ketelitian dalam membaca informasi terkait fire spot dan hotspot.

Fire spot merupakan indikasi adanya titik api yang perlu mendapatkan perhatian dan tindak lanjut. Sedangkan informasi hotspot masih perlu dianalisis dengan mempertimbangkan data serta kondisi faktual di lapangan sebelum dapat ditentukan sebagai kejadian kebakaran.

Selain dukungan APD dan pemantauan berbasis teknologi, kesiapan sarana udara juga menjadi bagian dari upaya penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Dalam beberapa hari terakhir, unsur terkait melakukan monitoring terhadap kesiapan dukungan udara, termasuk rencana penggunaan tiga unit helikopter untuk membantu pelaksanaan pemantauan maupun penanganan Karhutla di lapangan.

Kesiapan personel, kelengkapan perlindungan, pemanfaatan teknologi pemantauan, serta dukungan sarana udara diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarunsur dalam menghadapi Karhutla di Kalimantan Selatan.

Dengan dukungan tersebut, penanganan Karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi personel TNI dan relawan yang bertugas di lapangan. (Pen 101)

 

Tinggalkan Balasan

You cannot copy content of this page